Surat Buat Ekosisten Hutan

buat yang kami sayangi Eksosistem Hutan yang di usik.......



banyak aktvitas manusia yang ramai mengeksploitasimu. Banyak banget, mulai suasana ademnya hutan, menebang pohon yang berusia ratusan tahun untuk kepentingan manusia, mengambil rumput untuk ternak, kayu bakar, obat-batan dari dedaun yang engkau hasilkan. Banyak banget kami manusia memanfaatkanmu secara sepihak, serakah,pongah, kekuasaan, wewenang, egois.
Hutan, di sana merupakan ekosistem yang tercipta secara alami bertahun-tahun, proses yang panjang. Untuk tumbuh sebatang pohon agar bisa menaungi sekitarnya butuh puluhan tahun, namun untuk menumbangkan sebatang butuh bisa hanya semenit sudah tumbang tak berdaya. Sekelilingu menangis karena kepanasan, karena gersang, karena tidak ada lagi yang berdiri kokoh.
Dalam tubuh hutan terkandung sumber kehidupan alami yang bisa membuat manusia sehat, segar dan nyaman...katanya hutan adalah paru-paru bumi,dapat menfilter udara kotor. Katanya juga hutan dapat menahan erosi pada tanah akibat banjir, mampu menahan jatuhnya air hujan secara langsung ke tanah karena bayak pepohonan dan tanaman perdu lainnya. Katanya hutan juga dapat menyimpan berbagai resep obat herbal karena terdapat berbagai macam spesies tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat. Di dalam hutan bisa berlindung berbagai hewan mulai yang sangat besar sampai pada yang sangat kecil. Hewan-hewan bisa berlindung dibalik kekarnya batang pohon, rimbunnya dedaunan dan lebatnya semak belukar sebagai habitat hewan yang sesungguhnya. Terkadang mereka kehilangan habitat tersebut, sulit memperoleh makanan, sehingga harus mencari keluar (kebun petani) dan juga bahkan sampai ke hunian manusia. Naluri hewan, apabila ada makanan langsung dilahapnya tanpa ijin pemiliknya, namun manusia yang merasa berakal budi marah karena miliknya di curi oleh hewan-hewan tersebut. Akhirnya hewan di buru, ditangkap dan dibunuh tanpa melalui proses interogasi (karena memang mereka hanya gunakan naluri) . Manusia merasa yang paling benar, dan hewan-hewan tersebut adalah hama. Manusia enggan menengok ke rumah asli hewan (HUTAN) yang dijarah oleh manusia dengan egiois dan pongahnya. Hewan tidak pernah protes ketika rumah mereka dirusak, dirampok, dimusnahkan. Hewan-hewan hanya berlarian menghindari sang serakah sebagai ekploiter yang serakah. Rumah hewan-hewan....ya.....hutan....di rusak...dibakar....dimusnahkan. Jadilah dalam sekejap, hutan yang lebat menjadi gundul, sana sini hanya pohon kecil yang tersisa, semak belukar yang porak poranda karena kegiatan penebangan pohon. Rumah alam yang asri, nyaman, pengkondisi udara yang segar berubah menjadi kawasan gersang, panas terik dan tak ada indahnya sama sekali.


Peralihan musim terus berganti, musim hujan lebat mulai membasahi bumi hujan dengan cepat memenuhi perut bumi sehingga dalam waktu singkat terjadi banjir. Tidak ada pohon yang menahan tanah, tidak ada semak yang melindungi permukaan tanah, air langsung membawa sebanyak-banyaknya tanah. Terjadi tanah longsor, banjir bandang, mengalir lancar ke hilir yang lebih rendah sehingga tanah kering di sulap oleh manusia menjadi kolam atau bahkan lautan. Teriakan anak kecil, orang dewasa, lansia dan seterusnya tak dihiraukan air yang mengalir deras memenuhi perut bumi sampai pada titik jenuh kawasan menjadi lautan, rumah hanya tampak atap saja. terus........kok bisa terjadi bencana ini ya? semua manusia berdoa memanjatkan permohonan agar Sang Pencipta mencegah hujan agar tidak turun, memohon perlindungan dari Tuhan...dan seterusnya.
selanjutnya😌😓😢 ah...khan ada pemerintah, ada donatur, ada Presiden, ada Gubernur dan kepala daerah...biar mereka ikut peduli, simpati dan emphati pada para korban bencana banjir. Dana di gelontorkan untuk menolong para korban. ibarat kata, sakit mata, yang diobati perutnya. Akar permasalahan tidak diurusi. Ada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, ada PERHUTANI, ada Penegak Keadilan dalam struktur kepemerintahan yang tentu bertugas MELINDUNGI KELESTARIAN HUTAN, MEWARAT EKOSISTEM HUTAN, MENJAGANYA SELAMA 24 JAM karena ada Polisi Hutan pada setiap kawasan atau daerah. tapi peristiwa bencana alam banjir bagaikan langganan dari musim hujan ke musim hujan berikutnya. Baiknya kita langganan menghijaukan hutan lagi ya....
SALAM RELAWAN SPONTAN. MENGASIHI LEBIH SUNGGUH DAN MELAYANI DENGAN TULUS.
WARISI ANAK CUCU DENGAN MATA AIR, BUKAN DENGAN AIR MATA.
BRAVO.....................
SALAM LESTARI
LESTARI HUTANKU, LESTARI NEGERIKU. HIJAU DAN ASRI.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hutan Tambak Petak 16 Lereng Gunung Lawu Utara..........